Tabloid Suara Perempuan Papua dipindahkan pada alamat http://www.suaraperempuanpapua.com
Calon Legislatif
Posted in Karikatur dengan kaitan (tags) Caleg, Karikatur, Legislatif on Minggu, September 28, 2008 by AdminKronologi Insiden Peringatan Hari Masyarakat Pribumi se-Dunia 9 Agustus 2008 di Wamema
Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) Adat, Insiden, Mimika, PBB, Pribumi, Timika, Wamena on Senin, September 29, 2008 by AdminMASSA dari berbagai penjuru berkumpul di perempatan Tugu Pepera Kota Wamena menyambut panitia penyelenggara Peringatan Hari Masyarakat Pribumi se-Dunia, 9 Agustus 2008, Dewan Adat Baliem (DAB), Dewan Adat Papua (DAP) dan tamu undangan. Selanjutnya menuju Lapangan Sinapuk, Wamena.
Numberi Cabut 1600-an Ijin Kapal Asing
Posted in Peristiwa dengan kaitan (tags) Ijin, Kelautan, Menteri, Perikanan on Senin, September 29, 2008 by Admin
SEBANYAK 1600-an kapal asing ijin berlayarnya dicabut dari perairan Indonesia. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, ribuan kapal asing itu tak memiliki industri di Indonesia dan melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia.
Suku Kawey Sepakat Tolak PT ASI
Posted in Peristiwa dengan kaitan (tags) Adat, Otsus, Papua, Raja Ampat, Ulayat on Senin, September 29, 2008 by AdminMASYARAKAT Adat Maya Suku Kawey, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat bersikukuh menolak tanahnya dieksploitasi PT. Anugerah Surya Pratama (ASP) yang telah berganti nama menjadi Anugerah Surya Indotama (ASI). Menurut Kepala Adat Suku Kawey, Korinus Ayello, masyarakat adat setempat hanya sepakat menyerahkan hak eksploitasi tanah adat yang kaya akan tambang nikel kepada PT Kawey Sejahtera Mining (KSM).
ACIS = Aku Cinta Serui atau Aku Cinta Sampah?
Posted in Surat Pembaca dengan kaitan (tags) Sampah, Serui on Senin, September 29, 2008 by Admin
ACIS merupakan julukan atau singkatan dari mantan Bupati Yapen Waropen Laban Samori di era 1990-an. Kepanjangannya: Aku Cinta Serui, Aman Ceria Indah dan Sehat. Julukan tenar ini sayang kini tak sejalan lagi dengan kenyataan di Kota Kembang.
Pemerintah Daerah Kepulauan Yapen (Serui) dan para elite kota sudah tidak memiliki rasa cinta terhadap kota ini. Barangkali lebih tepat jika ACIS (Aku Cinta Serui) diganti dengan Aku Cinta Sampah.
Penulis surat ini menyaksikan pemandangan sangat jorok di terminal lama yang kini menjadi tempat mangkal ojek pasar dan di tanggul. Banyak sekali sampah dibuang serampangan dan dibiarkan mengonggok bahkan meluap dari bak-bak penampungan. Yang lebih memiriskan, hampir di setiap sisian jalan sampah ditumpuk dan dibiarkan begitu saja.
Apa sesungguhnya fungsi pemerintah daerah, dalam hal ini, dinas kebersihan dan tata kota?
Sebagai anak daerah, saya prihatin dengan kondisi kota yang semrawut tak terurus.. Jangan-jangan masyarakat pun tidak diurus.
Kondisi ini bertolak belakang dengan Serui sebagai kota tertua dan kota pendidikan pertama di Papua. Kota yang telah banyak menghasilkan putra-putri yang menduduki posisi penting di Papua. Ironisnya, kota ini dipimpin anak-anak negeri sendiri.
Pieter M.I. Torobi, Koordinator Klub Indonesia Hijau Papua.
Freeport Dukung Program Respek
Posted in Peristiwa, Uncategorized dengan kaitan (tags) Bas, Freeport, Papua, Peristiwa on Senin, September 29, 2008 by AdminPROGRAM Respek yang dicanangkan Gubernur Provinsi Papua Barnabas Suebu mendapat dukungan penuh PT Freeport Indonesia (PT FI). Dukungan ini diwujudkan dengan dibentuknya “Papuan People Driven Development Knowledge Center’ (PDKC). Pada Jumat 5 September 2008 lalu, dilakukan peresmiannya oleh Gubernur Papua Barnabas Suebu di Kotaraja. Acara ini dihadiri juga Wakil Gubernur Alex Hesegem dan seluruh jajaran SKPD, para kepala kantor dan badan se-Papua dan Presiden Direktur PT. FI Armando Mahler.
Ketika Alex Turkam di Sota
Posted in Laporan Khusus dengan kaitan (tags) Merauke, Papua, Sota, Turkam on Sabtu, September 27, 2008 by AdminKedatangan rombongan tim turun kampung (turkam) dari pemerintah Provinsi Papua bersama pemerintah daerah setempat disambut meriah masyarakat di Distrik Sota. Belum memadainya jalur transportasi masih jadi persoalan utama Baca selebihnya »
Otonomi Khusus dan Rendahnya Tingkat Kepuasan Sosial
Posted in Opini dengan kaitan (tags) Opini, Otsus, Papua on Sabtu, September 27, 2008 by AdminTELAH enam tahun Otonomi Khusus dijalankan di Papua. Namun, perubahan sosial yang cukup signifikan belum tampak. Bahkan, pendapat-pendapat yang kritis terhadap otsus bermunculan. Ada yang mengatakan otonomi khusus hanya menyuburkan mental korup dan budaya instan (“pemalas”), tidak menumbuhkan semangat kerja keras. Yang lain berpendapat bahwa otsus adalah rezeki bagi kalangan atas, yaitu para pejabat pemerintahan. Pendapat lain terasa lebih pedas. Otsus tidak lain adalah cara agar orang Papua dapat terus dikendalikan dan pelan-pelan mati dengan senyum. Baca selebihnya »
Ko Atur Pemain Sa Atur Ko
Posted in Karikatur dengan kaitan (tags) Karikatur on Sabtu, September 27, 2008 by Admin



