Kronologi Insiden Peringatan Hari Masyarakat Pribumi se-Dunia 9 Agustus 2008 di Wamema

MASSA dari berbagai penjuru berkumpul di perempatan Tugu Pepera Kota Wamena menyambut panitia penyelenggara Peringatan Hari Masyarakat Pribumi se-Dunia, 9 Agustus 2008, Dewan Adat Baliem (DAB), Dewan Adat Papua (DAP) dan tamu undangan. Selanjutnya menuju Lapangan Sinapuk, Wamena.

Pukul 11.30-15.00
Kegiatan dimulai dengan pembacaan doa, ibadah, laporan ketua panitia, sambutan ketua dewan adat wilayah La-Poga, tarian adat suku Hubula, pembacaan pesan Sekjen PBB oleh Sekjen DAP, pidato ketua umum DAP.

Usai berpidato, ketua umum DAP berjabat tangan dengan tamu undangan.

(Sesuai tata acara panitia: usai pidato ketua umum DAP, acara dilanjutkan dengan dengan tarian adat, doa penutup dan ramah-tamah).Ternyata, begitu ketua umum DAP turun dari panggung dan sebelum pementasan tarian adat daru suku Lani, mendadak muncul beberapa orang dari kerumunan massa, membawa tombak yang ujung-ujungnya diikatkan bendera.

Tombak pertama berbendera Merah Putih ditancapkan lebih dulu, diikuti tombak kedua, ketiga dan keempat. Masing-masing berbendera PBB, “bendera” bertuliskan SOS, dan Bintang Kejora. Keempat bendera ditancapkan di depan massa, di depan panggung.

Sekitar satu hingga tiga menit kemudian gelegar tembakan aparat keamanan yang sudah siaga di seputar Lapangan Sinapuk memecah kesunyian. Para aparat keamanan itu, ada yang berseragam, ada pula yang berpakaian sipil dan “membaur” dengan warga masyarakat lain.

Seseorang dari massa yang menangkap gelagat buruk, dengan refleks mencabut “tiang” dan melepaskan Bintang Kejora. Pemasangan bendera-bendera itu tidak diagendakan pantia atau DAP.

Massa yang panik menghadapi tembakan, berhamburan ke segala penjuru. Sebagian hendak menuju dan menyerbu aparat keamanan. Namun, beberapa pengurus dewan adat dan Petapa mencegah dan mengarahkan mereka kembali ke lapangan.

Setelah tembakan mereda, terdengar teriakan tentang jatuhnya korban: “ada yang kena tembak!” Anggota Petapa dan beberapa warga mengangkat tubuh seorang laki-laki yang duduk tersandar di pagar SMU YPPK dalam keadaan tak bernyawa. Mayat yang peluru bersarang di dadanya itu dibawa ke lapangan dan dibaringkan di atas hamparan rumput depan panggung. (Mayat itu kemudian diketahui bernama Opinus Tabuni berusia 40-an tahun).

DAB berunding dengan kapolres. DAP dan pemimpin DAB berunding yang kedua kali dengan kapolres Jayawijaya di Rumah Makan Budi, tak jauh dari lokasi kejadian. Disepakati, kapolres akan mengendalikan pasukannya, dewan adat akan mengontrol masyarakat. Pemimpin dewan adat mengumpulkan dan berapat kilat di lokasi kejadian dengan para kepala suku untuk mencari jalan keluar, mengamankan massa dan mengurus jenazah.

Pukul 16.00
Jenazah diangkut dari Lapangan Sinapuk ke Pilamo Induk diiringi sebagian besar warga. Sebagian warga lain diarahkan kembali ke tempat masing-masing.

Pukul 16.30
Jenazah tiba di Pilamo Induk DAB.

Pascainsiden, 9 Agustus
Malam setelah insiden, tersebar desas-desus bernada menghasut bahwa dewan adat dan warga sedang menyusun strategi untuk melakukan penyerangan. Sebagian besar warga masyarakat pendatang yang terhinggapi trauma masa lalu, mengungsi ke kodim, polres dan tempat-tempat lain yang dianggap aman.

Pukul 13.30
Jenazah diangkut dengan mobil ambulans dari Pilamo Induk ke Rumah Sakit Umum Daerah Wamena.

Pukul 14.00
Jenazah diotopsi oleh tim medis-dokter dibantu mantri.

Pukul 17.15
Karena sulit menemukan proyektil peluru, jenazah dibawa ke ruang rontgen untuk difoto ulang.

Pukul 17.50
Otopsi ulang dilakukan tim medis yang sama.

Pukul 18.58
Serpihan peluru ditemukan bersarang di jantung kiri korban.

Pukul 20.26
Rumah sakit menyerahkan bukti (serpihan peluru) kepada pihak kepolisian (Polres Jayawijaya).

Pukul 21.00
Jenazah dibawa kembali ke Pilamo Induk Dewan Adat Baliem.

Senin, 11 Agustus
Pukul 15.00
Jenazah korban dimakamkan di halaman Pilamo Induk Dewan Adat Wilayah VI La-Pago.

Joost W. Mirino (Dewan Adat Papua)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.